Sat. Jun 25th, 2022

sumber : www.bundapedia.com

Sebelum dan sesudah jadi ibu, kemungkinan Mam belajar banyak dan mengenali teori parenting atau skema asuh anak. Karena sangat jumlahnya, bahkan bisa saja Mam telah pisah-pilih yang mana sekiranya gampang diaplikasikan dan sesuai lingkungan keluarga. Tetapi, rupanya pada prakteknya masih tetap tidak dapat jalan sesuai teori yang didalami. Apa Mam alami ini ?

 

Jangan khawatir ya Mam, sama seperti yang kita mengetahui terkadang teori memang lebih gampang dari prakteknya . Maka jika ada teori parenting yang tidak searah dengan realitas yang Mam temui itu hal yang paling lumrah. Mam tidak bisa berkecil hati apa lagi berasa tidak berhasil bila apa yang telah didalami dan aplikasikan tetapi hasilnya tidak sama sesuai keinginan. Nach, teori parenting seperti apakah saja sich yang umumnya tidak sesuai realitas yang Mam temui? Lantas sikap apakah yang dapat Mam mengambil? Yok, baca info berikut!

 

  1. Katanya semarah apa saja janganlah sampai memarahi anak. Tetapi, realitasnya terkadang sebagai ibu kerap kelepasan jika geram saat hadapi tingkah ‘ajaib’ anak~

 

Sebagai orang dewasa sekalian ibu, tentu memahami jika geram sampai memarahi bukan jalan keluar dari permasalahan. Apa lagi yang digertak anak kecil yang belum memahami dengan tujuan dari tiap emosi yang seseorang rasakan. Karena itu, banyak teori parenting yang mengajari agar jangan sampai memarahi anak. Kenyataannya, tidak segampang itu mengelolah kemarahan saat hadapi anak. Apa lagi saat Mam telah kecapekan dengan masalah rumah, tetapi anak rewel dan tidak dapat dibawa sepakat. Pada akhirnya kelepasan memarahi dech, kemudian menyesal~

 

Nggak apa-apa, terkadang Mam memang perlu memverifikasi hati dan emosi. Kelepasan memarahi anak itu lumrah kok. Mam juga usaha secara baik, yang perlu selekasnya meminta maaf pada anak ya.

 

  1. Aturan makan yang bagus itu sekalian duduk, cukup 30 menit usai, makanan nutrisi komplet semua disantap anak. Kemungkinan itu cuman kebenaran saja~

 

Drama makan anak nyaris sering jadi masalah tiap ibu. Walau sebenarnya, kemungkinan Mam telah memberikan anak contoh makan yang bagus, telah coba beragam menu resep modern yang sehat untuk anak juga. Tetapi, realitasnya anak lebih sukai makan sekalian jalanan bersepeda keliling kompleks. Bahkan juga kerap pilih-memilih makanan, ingin lauknya saja, nasinya saja atau garnisnya saja. Mengucapkan syukur jika ada yang masuk perut, terkadang anak malah pilih Pergerakan Tutup Mulut (GTM).

 

Kalau sudah GTM, lebih bagus jangan dipaksa, sebab bisa membuat anak jadi rewel bahkan juga dapat memacu tantrum. Mam dapat memberikan anak makanan berat selainnya nasi, misalkan anak cuman ingin makan roti, karena itu beri saja roti. Lihat cemilannya, upayakan turunkan camilan yang terlampau renyah atau terlampau manis dan kurang mengenyangkan.

 

  1. Jam tidur anak umur 3-5 tahun minimum 12 jam satu hari atau 10 waktu tidur malam dan 2 waktu tidur siang. Tetapi itu cuman teori, realitasnya bergantung tekad anak

 

Sebenarnya banyak factor yang membuat anak susah tidur. Misalkan kecapekan atau kebalikannya masih simpan banyak energi untuk bermain, juga bisa karena situasi keadaan yang kurang nyaman dan keadaan kesehatan anak sendiri. Selainnya menampik makan, anak kerap menampik tidur argumennya juga bermacam. Ini kerap membuat Mam emosi dan kecapekan sendiri.

 

Kalau sudah ini, Mam dapat coba memperhatikan keadaan anak dan ketahui pemicunya tidak mau tidur. Jika rupanya karena kecapekan, memiliki arti Mam dapat mengontrol kegiatan bermain anak. Pahami kemauan anak penting juga, lo. Bisa jadi anak susah tidur karena dia sedang perlu beberapa waktu untuk mengeksploitasi rasa ingin tahunya.

 

  1. Menurut teori, anak tidak bisa konsumsi makanan bermicin sebab bisa membuat sulit makan. Tetapi Mam kerap ‘kecolongan’ mengenai ini

 

Padahal di dalam rumah Mam usaha masak tidak gunakan micin, bahkan juga menukar penyedap masakan dengan kaldu jamur atau kaldu organik. Maksudnya agar anak tidak tercemar micin atau MSG. Tetapi, usaha Mam terkadang berasa percuma saat anak main ke rumah tetangga atau famili tetapi diberi jajan bermicin. Sekali, 2x pada akhirnya suka terus

 

Meski telah suka jajan bermicin, Mam bisa mengontrolnya kok. Misalkan batasi konsumsinya dan masih tetap usaha memberi anak konsumsi bergizi. Mam bisa juga minta kontribusi beberapa orang paling dekat agar tidak memberi jajan itu sering.

 

  1. Katanya screen time untuk anak tidak bisa lebih dari 30 menit satu hari. Realitasnya, anak tahan beberapa jam menonton YouTube

 

Bagi Moms milenial, cukup triky untuk mengaplikasikan teori screen time pada anak. Karena, kehidupan Mam sendiri telah sama dengan tehnologi tertama handphone. Apa lagi bila Mam sedang repot dan salah satunya langkah paling baik agar anak dapat anteng dengan memberikannya handphone atau tontonan tv. Jika memang tidak dapat 30 menit satu hari, tidak papah kok. Asal Mam ajaknya memainkan permainan yang lain, agar anak masih tetap aktif dan tidak lupa bermain yang lain. Karena, permainan anak benar-benar berguna untuk keatifitas dan kekuatan motoriknya.

 

  1. Jangan menipu anak untuk membuat mengikuti kemauan orangtua. Realitasnya, Mam kerap kehilangan akal untuk ini, sampai akhinya bohong pada anak

 

Sebenarnya ini penting untuk diaplikasikan, karena orangtua ialah role mode untuk anak. Saat orangtua bohong, karena itu dapat menciderai keyakinan anak ke orang tua dan anak bisa juga mengikuti sikap itu. Tetapi, realitasnya Mam kerap kehilangan akal untuk membikin anak takut sampai pada akhirnya ingin menurut. Pada akhirannya Mam pilih memberi argumen atau penelasan yang tidak sebernarnya terjadi.

 

Jika hal itu terjadi, upayakan tidak boleh membiasakannya ya Mam. Jika memang perlu cepatlah meminta maaf pada anak, agar anak bisa juga belajar maafkan dan tahu mana hal yang dapat dia contoh dan mana hal yang tidak perlu dia contoh.

 

Nah, itulah teori-teori parenting yang umumnya tidak searah dengan realitas yang Mam temui. Hal itu cukup lumrah ya, Mom. Karena, teori parenting sebetulnya benar-benar keadaanonal bergantung keadaan setiap anak dan lingkungannya. Hal paling penting ialah Mam dapat pahami keadaan anak dan mengupayakan yang terbaik untuknya.

By Drajad