Wed. Dec 7th, 2022

Saat ini banyak orang yang menggeluti usaha bisnis online. Selain bisa dikerjakan dimanapun, bisnis ini juga bisa dijalankan tanpa modal dengan sistem dropshipper, reseller, ataupun lainnya seperti Tenda JJM.

Satu hal penting yang tidak boleh terabaikan adalah tentang manajemen pengelolaan keuangan. Cara mengelola yang baik akan membuat bisnis online tetap berdiri berjalan dengan lancar.

Cara Efektif Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan bisnis online itu susah-susah gampang. Oleh karena itu agar keuangan terkelola dengan baik, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut.

1.        Membuat catatan keuangan

Sekecil apapun jenis usaha bisnis online yang sedang kamu jalankan, mencatat semua transaksi pengeluaran dan pemasukan adalah hal yang wajib. Buatlah catatan keuangan secara rinci dan rapi agar mudah dipahami dan dibaca. Kamu juga bisa menyertakan bukti seperti struk pembelian, nota, dan sebagainya jika ada.

Catatan keuangan bisa dibuat secara manual di buku, menggunakan perhitungan microsoft exel di komputer, ataupun menggunakan aplikasi atau sofware yang banyak tersedia. Pilihlah media catatan keuangan yang lebih mudah digunakan dan dipahami. 

2.        Membuat rekening khusus

Saat ini alat pembayaran jual beli dalam berbisnis online sudah beragam dan semakin berkembang. Selain melalui rekening bank, transaksi online juga bisa melalui top up e-wallet (gopay, ovo, dana, dll). Kelola dengan benar agar tidak tercampur dengan uang pribadi.

Untuk uang hasil bisnis online seperti cash on delivery (COD), maka kamu perlu penyiapkan tempat penyimpanan uang khusus. Jangan menyimpan uang dalam dompet pribadi. Jika perlu gunakan dua dompet yang berbeda.

3.        Membuat anggaran rutin

Tujuan membuat anggaran keuangan dalam bisnis online adalah membatasi pengeluaran yang tidak terkontrol. Pembuatan anggaran keuangan harus mengacu pada catatan keuangan yang sudah ada. Pisahkan pengeluaran sesuai kelompoknya seperti biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya tetap adalah pengeluaran yang wajib dikeluarkan dalam kurun waktu tertentu. Contohnya biaya langganan internet, gaji karyawan, biaya listrik dan lainnya.

Biaya variabel adalah pengeluaran yang sifatnya berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan aktivitas jalannya bisnis. Contohnya pembelian pulsa reguler, ongkos kirim barang, tip kurir, biaya bahan baku, dan sebagainya.

Anggaran rutin bisa kamu buat di setiap minggunya, anggaran bulanan, hingga anggaran tahunan. Anggaran dibuat secara berkesinambungan agar tetap terkontrol dan teratur.

Bagaimana Cara Mengelola Keuangan dalam Berbisnis Online?

4.        Memisahkan uang pribadi dan uang usaha

Bijaklah dalam memilih mana kebutuhan pribadi dan mana kebutuhan untuk bisnis online. Jangan menggunakan uang usaha untuk kepentingan pribadi, maupun sebaliknya.  Kondisi ini akan membuat perputaran uang bisnismu berantakan.

5.        Mengivestasikan keuntungan

Yang selalu dicari dari sebuah bisnis adalah keuntungan. Suatu hal yang wajar jika dalam suatu bisnis, keuntungannya masih naik turun. Untuk itu perlunya mengivestasikan keuntungan secara rutin. Berinvestasilah dengan benar dan jangan tergiur iming-iming investasi bodong yang malah merugikan.

6.        Menyiapkan dana darurat

Banyak hal yang tidak bisa diprediksi dari suatu usaha yang sedang dijalani. Terlebih dalam bisnis online yang memiliki banyak pesaing. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah dana darurat.

Dana darurat berfungsi untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi. Hal ini tentu akan sangat meringankan bebanmu di masa sulit. Bijaklah untuk menggunakan dana ini terutama untuk kepentingan yang teramat penting.

Itulah beberapa langkah efektif yang bisa kamu lakukan untuk mengelola keuangan bisnis online yang sedang kamu jalani. Atur keuanganmu dengan cermat dan pastikan tidak lebih besar pasak daripada tiang. Salam sukses tokopedia.

By roket