Sat. Jun 25th, 2022
Etika Batuk

Penyakit dapat menular karena disebabkan mengandung infeksi patogen seperti virus dan bakteri. Kontak langsung atau bahkan menghirup udara yang mengandung droplet patogen yang dikeluarkan saat bicara, bersin, dan batuk dapat menyebabkan penularan penyakit infeksi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui etika atau tata cara batuk yang benar sehingga bisa mencegah penularan penyakit pada orang lain. Dilansir dari Hellosehat.com, berikut etika batuk yang benar untuk fortuna808 mencegah penularan penyakit.

Etika batuk sebaiknya memang dilakukan kapan pun, sekalipun Anda dalam keadaan sehat. Sementara, orang yang sakit sangat diwajibkan untuk menerapkan etika batuk ini. Berdasarkan informasi dari CDC, virus yang terkandung dalam droplet dapat bertahan 15 menit hingga satu jam di dalam ruangan.

Hal ini tentunya menambah risiko seseorang tertular virus apabila tidak dilakukan pencegahan penyebaran penyakit. Upaya mencegah penyebaran penyakit yang paling umum diketahui adalah dengan menutup mulut dan hidung dengan tangan saat bersin dan batuk.

Menghalangi droplet tersebar luas dengan cara menutup mulut dan hidung memang tepat. Namun, menggunakan telapak tangan pun Anda tetap bisa menyebarkan patogen lewat sentuhan. Tanpa sadar, Anda telah memindahkan bakteri dari telapak tangan ke benda atau orang lain yang nantinya bersentuhan dengan tangan Anda.

Penggunaan sapu tangan untuk menutup batuk juga tidak tepat. Alih-alih menghindari kontak dengan kuman penyakit, organisme berbahaya ini malah bisa terperangkap di dalamnya. Jika Anda sakit, kemungkinan untuk terjadinya reinfeksi atau infeksi berulang akan lebih tinggi.

Namun, etika batuk lebih dari sekadar menutup mulut dan hidung, terdapat beberapa langkah lainnya yang juga perlu diikuti.

Etika Batuk

Etika Batuk

1. Menutup Hidung dan Mulut dengan Tisu

Jika Anda hendak batuk, etika yang tepat adalah segera mengambil tisu untuk menutupi mulut dan hidung Anda. Langsung buang segera tisu yang digunakan ke tempat sampah, sebelum tisu tersebut disentuh atau bahkan digunakan oleh orang lain.

Batuk itu sendiri merupakan refleks yang terkadang sulit dikontrol. Ada kalanya Anda mau batuk tapi tidak sempat mengambil tisu untuk menutup mulut dan hidung. Maka, batuklah pada bagian dalam lengan atas Anda, jangan pada telapak tangan.

Bagian lengan atas merupakan bagian yang jarang berkontak dengan benda (gagang pintu, alat makan, atau telepon) atau melakukan sentuhan fisik seperti saat berjabat tangan dengan orang lain.

2. Menjaga Jarak dengan Orang Lain

Ketika batuk, jangan lupa untuk memalingkan wajah Anda menjauhi orang-orang yang ada di sekitar. Etika batuk seperti ini dilakukan untuk memastikan tidak ada cipratan droplet yang mengenai tubuh atau wajah orang lain.

Pasalnya, melansir dari International Journal of Indoor Environment and Health, estimasi droplet yang dapat terhirup seseorang berada pada jarak 1,5 meter dari orang batuk atau bersin.

3. Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan setelah batuk. Sebagian besar penyakit pernapasan berbahaya disebarkan karena dari sentuhan tangan yang terkontaminasi patogen ke bagian wajah. Etika mencuci tangan dengan benar adalah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Cairan pembersih lain seperti sanitizer juga bisa digunakan asalkan mengandung alkohol dengan kosentrasi 60-95 persen. Selama mencuci tangan, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian telapak tangan, termasuk menggosok sela-sela jari.

Lakukanlah selama 20 detik sehingga memastikan pelindung tubuh patogen benar-benar hancur oleh air sehingga ia tidak bisa lagi aktif menginfeksi tubuh. Dalam etika batuk, membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir lebih efektif karena dengan batuan aliran air kuman bisa langsung terlepas dari permukaan tangan.

4. Menggunakan Masker Saat Sakit

Terakhir, gunakan masker jika Anda merasa sakit dan batuk terus-menerus.

Penggunaan masker juga sebaiknya digunakan dengan tepat. Ganti masker secara berkala atau cuci dengan sabun yang mengandung disinfektan jika menggunakan bahan masker yang bisa dipergunakan ulang.

Hindari menggunakan masker yang sudah kotor dan lembab karena justru dapat menjadi lingkungan yang kondusif untuk kuman penyakit berkembang biak. Meskipun sudah menggunakan masker, cobalah untuk tetap menjauhkan diri dari orang lain saat Anda batuk sehingga tidak menyebarkan kuman.