Karakter Teori Ketergantungan Klasik

Karakter Teori Ketergantungan Klasik

Karakter Teori Ketergantungan Klasik

Karakter Teori Ketergantungan Klasik

1. Andre Gunder Frank: Perkembangan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan di pinggiran (disebut negara satelit Frank) merupakan akibat langsung dari pembangunan di negara pusat (disebut Frank metropolis). Menurut Frank, ciri-ciri perkembangan kapitalisme satelit adalah:

  • kehidupan ekonomi yang bergantung
  • munculnya kerjasama antara modal asing dan kelas penguasa di negara-negara satelit, yaitu pejabat pemerintah, kelas tuan tanah dan pedagang, dan
  • munculnya ketimpangan antara si kaya (kelas dominan yang mengeksploitasi) dan si miskin (borjuasi tereksploitasi) di negara-negara satelit.

Bagi Frank, keterbelakangan hanya bisa diatasi dengan revolusi, yaitu revolusi yang menghasilkan sistem sosialis.

2. Theotonio Dos Santos: struktur ketergantungan

Dia berpendapat bahwa pembangunan pinggiran hanyalah bayangan negara-negara pusat atau metropolitan atau pembangunan bersama yang bergantung pada mereka. Dorongan dan dinamika pembangunan berasal dari ibu pertiwi. Jika negara induk berakhir dalam krisis, negara-negara satelit juga akan menderita dari krisis. Santos membedakan tiga bentuk ketergantungan, yaitu ketergantungan kolonial, ketergantungan finansial-industri, dan ketergantungan industri-teknis.

3. Samir Amin: Kapitalisme Perifer

Kapitalisme periferal berbeda dari kapitalisme sentral dalam hal ia mengarah pada ekspor, berada di bawah hipertrofi di sektor tersier dan bersifat sosio-kapitalis.

 

Sanggahan Teori Ketergantungan

Bill Warren menunjukkan bahwa proses industrialisasi memungkinkan pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Pendapat Warren didukung oleh Fernado Henrique Cardoso dan Peter Evans, yang percaya bahwa pembangunan dan industrialisasi terjadi di pinggiran kota. Akhirnya muncullah apa yang disebut Peter Evans sebagai Triple Alliance, yaitu kolaborasi antara:

  • Modal asing,
  • Pemerintah randland yang bersangkutan dan
  • Borjuasi lokal.

Modal asing diinvestasikan di pinggiran oleh perusahaan multinasional besar.

 

Kritik Teori Ketergantungan

  • Kritik Packenham

Salah satu kritik menarik dari kelompok teori liberal datang dari Robert A. Packenham. Menurutnya, teori ketergantungan memiliki kekuatan sekaligus kelemahan, yaitu hanya menuduh kapitalisme sebagai penyebab ketergantungan. Tidak secara jelas mendefinisikan konsep ketergantungan. Hampir tidak disebutkan tentang proses pembebasan suatu negara dari ketergantungan; bahkan Frank hanya menawarkan revolusi sosialis sebagai jalan keluar. Ketergantungan selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif, teori ketergantungan menekankan pada konsep kepentingan kelompok, kelas dan negara. Kepentingan antara negara pusat dan negara pinggiran tidak selalu merupakan permainan zero-sum (jika yang satu menang, yang lain kalah), karena keduanya bisa diuntungkan.

  • Penelitian Chase Dunn

Christopher Chase Dunn percaya bahwa investasi modal asing dan utang tidak selalu berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan; investasi ini juga dapat menjadi positif bagi perekonomian negara-negara pinggiran dalam arti bahwa modal asing memproduksi secara langsung dan menciptakan barang-barang Permintaan akan barang-barang lain yang dibutuhkan untuk produksi. ; Utang luar negeri membiayai pembangunan fasilitas yang diperlukan untuk pembangunan; dan transfer teknologi, perbaikan kebiasaan kerja, modernisasi organisasi

  • Komentar Cardoso

Upaya untuk memahami prevalensi keterbelakangan ditunjukkan dalam analisis kualitatif, karena banyak masalah tidak dapat diukur. Cardoso menanggapi kritik Packenham yang ingin memformalkan teori ketergantungan menjadi serangkaian konsep yang terukur dan ahistoris, seolah-olah konsep tersebut dapat diterapkan dalam setiap situasi dan setiap saat. Cardoso mengkritik Chase Dunn dalam usahanya untuk mengukur konsep masalah ketergantungan dan menyalahkan Frank karena mengurangi masalah ketergantungan menjadi dikotomi antara kekuatan imperialis negara maju dan negara terbelakang.

Teori ketergantungan baru adalah teori yang muncul sebagai akibat dari kritik terhadap teori ketergantungan. Beberapa angka yang termasuk dalam teori ketergantungan baru antara lain; Fernando Henrique Cardoso, Thomas B. Gold, Hagen Koo dan Mohtar Mas’oed. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com