Sat. Jun 25th, 2022

Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap menargetkan uji coba memproduksi Green Diesel 100 % (D-100) terhadap akhir November 2020. D-100 merupakan satu berasal dari tiga produk ramah lingkungan yang dikembangkan Pertamina RU IV yang berbahan dasar minyak sawit (Refined Bleached Deodorized Palm Oil/RBDPO) dengan flow meter digital.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan menyatakan, Pertamina dalam step penyiapan layanan dan layanan uji coba yang dijadwalkan selesai pekan ketiga November.

“Tahapan di awali penerimaan RBDPO melalui Jetty 67 (dermaga) menuju tangki RBDPO. Selanjutnya persiapan layanan feed stock RBDPO ke unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) untuk diolah menjadi Green Diesel,” ujarnya, terhadap Kamis, 12 November 2020.

Tahap berikutnya, Hatim mengatakan, persiapan layanan memproduksi di unit TDHT memanfaatkan katalis Merah Putih yang merupakan hasil kerja sama Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta modifikasi line dan sarana.

“Tahap persiapan ditargetkan selesai terhadap pekan ketiga, agar pekan keempat November diinginkan uji coba memproduksi D-100 sanggup dilaksanakan,” katanya.

Dalam step uji coba, kapasitas memproduksi D-100 di unit TDHT sebanyak 3.000 barrel per hari (3 MBSD). “Green Diesel adalah bukti nyata prinsip Pertamina mewujudkan produk ramah lingkungan yang bersumber berasal dari daya baru terbarukan,” ujar Hatim.

“Hal itu diinginkan berikan dampak positif yang luas, layaknya penggunaan sumber daya domestik yang cocok amanat undang-undang dan terhadap akhirnya menghimpit impor minyak mentah,” jelasnya.

Selain itu, Hatim mengutarakan bahwa Pertamina RU IV Cilacap saat ini mengembangkan tiga produk green energy tiap-tiap Green Diesel, Green Gasoline dan Green Avtur. Untuk fase pertama produk Green Diesel diinginkan menjadi kado paling baik saat HUT ke-63 Pertamina, 10 Desember 2020. Selanjutnya fase kedua, yakni awal 2021 memproduksi ditargetkan naik menjadi 6.000 barrel per hari (6 MBSD).

“Kami berkomitmen bahwa seluruh produk bakal mengarah terhadap efisiensi dan ramah lingkungan. Hal itu bersamaan bersama visi To be Digital & World Class Refinery terhadap 2028, konsekuensinya adalah kilang yang efisien dan ramah lingkungan, baik berasal dari segi operasi maupun produknya,” kata Hatim.

By toha