Sun. Dec 4th, 2022

Harus diakui jika pulau sumatera menyimpan banyak sekali cerita rakyat mengingat budaya bercerita sangat kuat di pulau ini. Dalam kesempatan ini, kami bermaksud untuk mengemukakan cerita rakyat Sumatera  terbaik yang dari wilayah Sumatera.

Semoga dengan memposting cerita rakyat dari Sumatera ini dapat menjadi referensi bagi adik-adik maupun orang tua dalam mengenalkan cerita rakyat dan nilai-nilai budi pekerti yang terkandung di dalamnya.  Selamat membaca.

Asal Mula Simalungun

Dulu, di tempat Daerah Nagur, ada suatu kerajaan kecil namanya Tanah Djawo. Satu di saat, beberapa ribu tentara yang tidak dipahami aslinya ada menggempur kerajaan itu. Sehabis hari ke hari, kerajaan itu tunduk. Raja juga terpaksa sekali melindungi diri bersama penduduk.

Seiring berjalan waktu, raja serta penduduk datang di Sahili Misir, sekarang dikenali jadi Pulau Samosir. Mereka juga berada serta buka area. Hidup mereka juga mulai teratur. Satu di saat, mereka kangen desa halaman. Mereka juga menggelar persepakatan.

“Siapa antara kalian yang mau kembali lagi ke Daerah Nagur?” bertanya orang sesepuh. Dengar pertanyaan itu, beberapa peserta malas untuk kembali.

“Apa kalian tak kangen pada desa halaman?” bertanya sesepuh itu kembali.

“Maaf, sebetulnya kami kangen. Tetapi kami udah nyaman serta kerasan tinggal di pulau ini. Apalagi, siapakah yang dapat mengawasi hewan ternak serta kebun kalau seluruh kembali lagi ke desa halaman?” jawab salah orang penduduk. Jawaban itu diamini oleh penduduk yang yang lain mau berada. Mereka terpecah dalam dua group.

Lalu, penduduk yang bertekad kembali lagi ke desa halaman lekas menggelar penyiapan sekedarnya. Sehabis siap, mereka pergi ketujuan Daerah Nagur. Sehabis beberapa hari, mereka datang di Daerah Nagur. Saat datang, sejumlah penduduk nampak menangis. Beberapa rumah mereka sudah tanpa. Cuman tumbuhan semak-belukar serta pohon-pohon.

“Sima-sima nalungun,” kata mereka.

Mulai sejak tersebut Daerah Nagur berganti nama jadi Sima-sima Nalungun, yang mempunyai arti wilayah sunyi sepi. Seterusnya, beberapa orang menyebut Simalungun.

Kejadian Lebai Malang

Lebai merupakan orang guru agama. Tempat tinggalnya ditepi sungai. Satu hari, dia mendapatkan undangan acara pesta dari 2 orang kaya di kampung tetangga. Mereka dari Kampung Hilir serta Kampung Hulu. Sayang, acara pesta itu diselenggarakan pada saat berbarengan.

Pak Lebai memikir untung serta rugi dari ke-2 undangan itu. Kalau di Kampung Hilir, dia nyata mendapatkan dua kepala kerbau, tapi masakannya kurang nikmat. Sementara di Kampung Hulu, masakannya nikmat, tapi cuman mendapatkan satu kepala kerbau.

Selanjutnya, Pak Lebai mengayuh sampannya ketujuan Kampung Hilir. Tapi di tengah-tengah jalan, dia mengganti arahnya ke Kampung Hulu. Demikian nyaris, dia memandang sejumlah tamu yang ketujuan Kampung Hilir.

Himpunan Narasi Rakyat Sumatera Terunggul Tamu itu menuturkan jika kerbau yang disembelih Kampung Hulu kurus. Dia juga mengganti arah sampannya ketujuan Kampung Hilir. Sesampai, dia sedih lantaran banyak tamu udah bergerak pulang. Acara pesta udah usai.

Pak Lebai segera mengayuh sampannya ketujuan Kampung Hulu. Tapi sayang, acara pesta juga usai. Dia sedih lantaran tak mendapatkan apapun. Oleh sebab kesengsaraan nasibnya, dia dikasih sapaan Lebai Malang.

Menarik bukan narasi yang kami mengambil dari himpunan narasi rakyat sumatera barusan. Baca pula narasi rakyat nusantara terunggul yang lain yah.

Sabai Yang Aluih

Keluarga Rajo Babanding tinggal dalam sebuah rumah bersudut empat di sekeliling hulu sungai Tangkai Agam, Padang Tarok. Sabai Yang Aluih merupakan putri pertama dari pasangan Rajo Babanding serta Sadun Saribai.

Dia punya adik laki laki yang ganteng namanya Mangkutak Alam. Sabai Yang Aluih punyai makna Sabai yang Halus atau lembut. Selain punyai wajah yang elok, Sabai pula punyai budi pekerti baik, sopan dalam bercakap serta hormat terhadap ke-2 orangtua.

Tidak serupa dengan adik lelakinya, Mangkutak Alam, yang punyai pembawaan pemalas, Sabai dikenali rajin menolong ke-2 orang tuanya. Kecantikan Sabai Yang Aluih sudah merebak sampai ke daerah lain.

 

 

 

By Drajad